Saya adalah orang tua yang sempat bimbang kalau ada tawaran les privat.
Dalam pikiran saya: sekolah saja kan seharusnya memadai?
Dia sudah cukup sibuk dengan PR dan bimbingan dari gurunya di sekolah.
Jadi ketika teman saya menyarankan les privat OSN Matematika, saya sempat bertanya-tanya: perlukah itu?
Tapi pengalaman beberapa bulan terakhir benar-benar mengubah pandangan saya.
Apa Bedanya Belajar di Sekolah dengan Persiapan OSN?
Kalau di kelas biasa, anak saya sering dianggap cerdas.
Nilai matematikanya selalu di atas rata-rata.
Tapi begitu dia coba ikut seleksi OSN di tingkat sekolah, ternyata kesulitan.
Soalnya jauh lebih kompleks, kadang butuh trik khusus yang nggak pernah diajarkan di kelas.
National Research Council (2000) menjelaskan bahwa sekolah berfokus pada pengetahuan prosedural, sementara olimpiade menuntut pemahaman konsep.
Maka tak heran bila murid dengan nilai bagus di sekolah masih kesulitan saat olimpiade.
Dari sini, saya mulai yakin bahwa butuh cara lain yang lebih tepat.
Apakah Les Privat Bisa Mengisi Kekosongan Itu?
Awalnya saya skeptis, karena saya pikir les privat hanya menambah jam belajar.
Ternyata jauh berbeda dari yang saya bayangkan.
Saat mencoba di NgajarPrivat.com, perbedaannya langsung terlihat.
Tutornya tidak hanya mengulang pelajaran sekolah, tapi mengajarkan pola pikir dari soal OSN.
Soal sulit seperti teori bilangan pun jadi lebih mudah dipahami karena dijelaskan dengan contoh sederhana.
Menurut Bloom (1984), bimbingan satu lawan satu bisa meningkatkan performa akademik hingga dua kali lipat dibanding kelas besar.
Saya pun merasakannya langsung, anak saya makin cepat mengerti.
Bagaimana Perasaan Anak Setelah Ikut Les Privat OSN?
Yang paling terasa justru perubahan sikap anak.
Sebelumnya, setiap kali ketemu soal OSN, dia langsung frustrasi.
Sepertinya menyerah adalah reaksi pertamanya.
Sejak belajar di KoncoSinau.id, kepercayaan dirinya meningkat.
Menurut anak saya, pengajarnya sabar dan selalu memotivasi meski dia salah.
Saya pun sadar, esensi les privat ada pada materi sekaligus mentalitas.
Dweck (2006) menegaskan anak dengan pola pikir berkembang lebih tangguh menghadapi kesulitan.
Dan tutor privat biasanya menanamkan pola pikir itu, membuat anak lebih kuat menghadapi soal sulit.
Lebih Baik Les Privat Online atau Offline?

Ada dua model yang kami coba.
Saya memilih offline dulu, karena ingin ada interaksi nyata.
Guru Privat Olimpiade di Pekalongan datang ke rumah lewat program di LapakGuruPrivat.com, anak bisa langsung tanya jawab tanpa gangguan sinyal.
Karena waktu tidak cocok, akhirnya kami pilih kelas online.
Hasilnya pun tetap efektif.
Tutor bisa share screen, menuliskan rumus di whiteboard digital, dan anak saya tetap bisa interaktif.

Menurut Means et al. (2013), pembelajaran online terbukti sama efektifnya dengan tatap muka jika dilakukan dengan desain yang baik.
Akhirnya kami putuskan campuran: offline untuk utama, online untuk pelengkap.
…
Recent Comments