Saya adalah orang tua yang awalnya ragu ketika ada tawaran les privat.
Dalam pikiran saya: sekolah saja kan seharusnya memadai?
Anak saya sudah dapat banyak PR, tugas, dan tambahan belajar dari guru sekolah.
Saat ada saran ikut les privat OSN, saya pun berpikir: memangnya wajib?
Nyatanya, https://koncosinau.id/product/guru-privat-olimpiade-di-depok/ pengalaman terakhir membuat cara pandang saya berubah total.
Apa Bedanya Belajar di Sekolah dengan Persiapan OSN?
Kalau di kelas biasa, anak saya sering dianggap cerdas.
Rapor matematika selalu tinggi.
Namun, saat menghadapi seleksi OSN di sekolah, ia justru kewalahan.
Soalnya jauh lebih kompleks, kadang butuh trik khusus yang nggak pernah diajarkan di kelas.
Menurut riset dari National Research Council (2000), pembelajaran di sekolah lebih menekankan procedural knowledge (pengetahuan prosedural), sedangkan olimpiade menuntut conceptual understanding (pemahaman konseptual mendalam).
Karena itu, wajar saja jika siswa pintar di kelas bisa tetap kesulitan di OSN.
Situasi ini akhirnya membuat saya merasa perlu metode tambahan.
Apakah Les Privat Bisa Mengisi Kekosongan Itu?
Pada mulanya saya ragu, sebab saya kira les privat sekadar menambah durasi belajar.
Namun kenyataannya lebih dari sekadar tambahan jam.
Saat mencoba di NgajarPrivat.com, perbedaannya langsung terlihat.
Tutornya tidak hanya mengulang pelajaran sekolah, tapi mengajarkan pola pikir dari soal OSN.
Contoh kasus: soal teori bilangan yang kompleks berhasil dibuat sederhana lewat perumpamaan.
Menurut Bloom (1984), bimbingan satu lawan satu bisa meningkatkan performa akademik hingga dua kali lipat dibanding kelas besar.
Saya pun merasakannya langsung, anak saya makin cepat mengerti.
Bagaimana Perasaan Anak Setelah Ikut Les Privat OSN?
Satu hal yang paling mengejutkan saya adalah perubahan sikap anak.
Sebelum ikut les, menghadapi soal OSN membuatnya mudah menyerah.
Rasanya ingin menyerah duluan.
Setelah ada bimbingan privat, dia lebih yakin menghadapi soal.
Dia bilang, tutornya sangat sabar, tidak pernah marah saat salah, malah memberi dorongan.
Hal ini membuat saya paham bahwa les privat bukan cuma materi, tapi juga mental.
Riset Dweck (2006) menunjukkan bahwa growth mindset membantu anak bertahan menghadapi tantangan.
Dan tutor privat biasanya menanamkan pola pikir itu, membuat anak lebih kuat menghadapi soal sulit.
Lebih Baik Les Privat Online atau Offline?
Ada dua model yang kami coba.
Saya memilih offline dulu, karena ingin ada interaksi nyata.
Guru datang ke rumah lewat program di LapakGuruPrivat.com, anak bisa langsung tanya jawab tanpa gangguan sinyal.
Tapi kemudian, karena jadwal bentrok, saya coba kelas online.
Hasilnya pun tetap efektif.
Tutor bisa share screen, menuliskan rumus di whiteboard digital, dan anak saya tetap bisa interaktif.
Means et al. (2013) menyatakan bahwa online learning setara dengan tatap muka bila desainnya tepat.
Karena itu, kami memilih kombinasi: offline untuk fokus, online untuk tambahan.
…
Recent Comments